Tips Penggunaan Ponsel bagi Kesehatan Pengguna

dari Informasi Kesehatan

Resiko-resiko yang telah disebutkan di artikel sebelumnya dapat terjadi untuk penggunaan telepon secara terus menerus terlebih di telinga yang sama, tidak memakai hands free atau di daerah pedesaan yang jarang terdapat menara pemancar (BTS).

Maka, sudah selayaknya kita patut waspada dan mulai mengurangi resiko bahaya ponsel bagi kesehatan dengan cara:
1. Gunakan handsfree untuk menelpon dalam waktu lama
2. Jangan tempelkan ponsel hanya pada satu telinga, pindahkan secara bergantian setiap 1-2 menit
3. Jangan tempelkan ponsel ke telinga sebelum panggilan tersambung
4. Minimalkan penggunaan ponsel di tenpat tertutup berbahan logam, seperti mobil atau lift
5. Jangan menggantung ponsel di leher, karena dapat mengganggu fungsi jantung
6. Jangan menelpon sambil mondar-mandir
7. Minimalkan penggunakan ponsel ketika sinyal lemah atau hanya 1 bar
8. Belilah ponsel dengan level SAR (Specific Absorption Rate) yang rendah

Bahaya Radiasi Ponsel Pada Kesehatan

Ponsel atau handphone merupakan alat yang banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia saat ini, baik di perkotaan maupun di pedesaan. Kebutuhan akan komunikasi mobile melalui ponsel sudah menjadi kebutuhan dasar layaknya kebutuhan sandang dan papan. Bahkan, tidak jarang kita jumpai seseorang yang memiliki dua ponsel atau lebih dan menggunakan ponsel untuk menelpon lebih dari 1 jam terus-menerus.

Lalu, apakah dampak ponsel bagi kesehatan penggunanya? Apakah ada cara mengurangi resiko ponsel bagi kesehatan?. Berikut ini beberapa informasi kesehatan seputar ponsel dan bahayanya bagi kesehatan.

Jurnal Epidemologi Amerika atau American Journal of Epidemology menyebutkan pengguna yang berbicara dengan ponsel lebih dari 22 jam perbulan beresiko terkena kelenjar ludah. Selanjutnya, Insitut Karolinska Swedia menyimpulkan penggunaan ponsel selama 10 tahun atau lebih meningkatkan resiko acoustic neuroma atau penyakit tumor lunak pada saraf pendengaran.