Penelitian terakhir tentang penduduk yang tinggal di perkotaan, menyebutkan bahwa penduduk perkotaan sering susah tidur, sulit konsentrasi dan mudah stress. Gejala ini juga terlihat pada anak, yaitu konsentrasi mudah menurun dan sulit menyerap pelajaran. Hal ini disebabkan oleh gangguan suara-suara bising yang terdapat di perkotaan, suara raungan kendaraan, proyek-proyek gedung bertingkat sampai suara binatang peliharaan dan televise yang terlalu keras.
Kondisi inilah yang melahirkan terapi musik, sebuat cara meningkatkan kesehatan seseorang dengan bantuan harmonisasi musik. Harmonisasi musik diharapkan dapat meredam suara bising, mengendalikan emosi dan merangsang suasana hati menjadi positif.
Tentunya, musik yang digunakan adalah musik yang slow dan volumenya tidak terlalu keras, sehingga tidak menimbulkan suara gaduh dan meningkatkan emosi.
Contoh sebuah terapi musik, biasanya dimulai dengan memperdengarkan suara-suara alami, seperti kicauan burung, air dan seruling. Lalu terdapat pula sesi yang memperdengarkan musik klasik seperti Chopin dan Mozart.